Rabu, 09 Maret 2011

Pengangguran


            Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau juga seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.  Pengangguran adalah salah satu masalah ekonomi utama yang perlu diatasi karena masalah ini sangat mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara ( wilayah ), negara yang memiliki jumlah pengangguran yang tinggi  biasanya dialami oleh negara berkembang dan negara yang sedang bergejolak keadaan ekonominya atau negara maju yang sedang terguncang keadaan ekonominya baik karena dampak  krisis global maupun kesalahan dalam pengambilan kebijakan.  Seperti yang terjadi pada tahun 2008, bagaimana negara adidaya seperti Amerika Serikat saja ikut terkena dampaknya; terbukti dengan jumlah pengangguran yang bertambah dan penurunan nilai dolar Amerika di berbagai belahan dunia,tidak hanya Amerika negara-negara eropa juga ikut terkena dampak tersebut.  Dalaam mengatasi masalah pengangguran ini kebijakan pemerintah sangat di perlukan untuk mengurangi pengangguran dan juga menstabilkan keadaan ekonomi.
Jenis-jenis pengangguran:
       I.            Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya.

a)      Pengangguran Normal atau Friksional.
Dalam pengangguran ini, para penganggur tidak memiliki pekerjaan bukan karena tidak memperoleh pekerjaan, melainkan mencari pekerjaan lain yang lebih baik untuknya.
b)      Pengangguran Siklikal.
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang bertambah karena terjadinya penurunan agregat yang mengakibatkan penurunan produksi dan dengan keadaan seperti ini berimbaslah pada pengurangan tenaga kerja yang ada.
c)      Pengangguran Struktural.
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.  Contohnya kemerosotan yang terjadi dibeberapa perusahaan.  Kemerosotan ini dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor berikut : munculnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi yang terjadi mengurangi permintaan atas barang tersebut, biaya pengeluaran yang tinggi dan tidak diimbangi dengan kemampuan bersaing yang tinggi, dan jumlah ekspor yang menurun akibat persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain.  Akibat kemerosotan-kemerosotan tersebut kegiatan produksi menurun dan keadaan ini menyebabkan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.
d)     Pengangguran Teknologi.
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia.  Contohnya penggunaan pestisida untuk menghilangkan hama, penggunaan mesin untuk mengemas produk, penggunaan traktor untuk membajak, dan lainnya.



    II.            Pengangguran Berdasarkan Cirinya.

a)      Pengangguran Terbuka.
Pengangguran yang diakibatkan pertambahan lowongan pekerjaan yang ada lebih rendah dibandingkan jumlah tenaga kerja yang ada.  Dapat juga terjadi akibat dari kegiatan ekonomi yang menurun, dari kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, atau sebagai akibat dari kemunduran perkembangan suatu industri.
b)      Pengangguran Tersembunyi.
Pengangguran yang sering terjadi di sektor pertanian dan jasa.  Di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari jumlah pekerja yang sebenarnya.  Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi.  Contohnya pelayan restoran yang jumlahnya lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar yang mengerjakan luas tanah yang kecil.
c)      Pengangguran Bermusim.
Pengangguran yang diakibatkan oleh musim yang terjadi, misalnya disaat musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.  Karena itulah pengangguran bermusim ini sering terjadi di sektor pertanian dan perikanan.
d)     Setengah Menganggur.
Maksud dari setengah menganggur adalah seorang pekerja yang tidak bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.  Misalnya hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam sehari.

( Referensi : Sadono Sukirno; Makro Ekonomi: Teori Pengantar ( edisi ketiga ) )



0 komentar:

Poskan Komentar