Kamis, 24 Februari 2011

Kebijakan Ekonomi Indonesia

Kebijakan ekonomi adalah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga, anggaran-anggaran, pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari ikut andilnya pemerintah ke dalam perekonomian. Kebijakan sering terpengaruh juga oleh lembaga-lembaga internasional seperti International Monetery Fund atau Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan negara saat itu. Tujuan pemerintah melakukan ini adalah memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan, memeratakan seluruh pembangunan daerah, dan menjaga stabilitas harga. Untuk mencapai itu semua, kebijakan ekonomi di Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu: meliputi kebijakan fiskal, kebijakan moneter , dan kontrol legislatif.

1.Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan dari pemerintah yang menitikberatkan pada pengeluaran dan penerimaan dalam APBN ( pajak ). Tujuan dari kebijakan ini adalah men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Untuk mewujudkan itu semua pemerintah memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).
•Pajak atau tax dalam buku teori ekonomi makro biasanya didefinisikan sebagai uang atau daya beli yang diserahkan masyarakat kepada pemerintah dan pemerintah tidak tidak memberikan balas jasa secara langsung (Soediyono:96)

2.Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah yang mengatur persediaan uang pemerintah dalam mencapai tujuan tertentu. Kebijakan moneter juga sangat dibutuhkan untuk ikut serta dalam pencapaian tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Dan diharapkan apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkannya.

Instrumen kebijakan moneter:
•Operasi Pasar Terbuka
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities).
•Fasilitas Diskonto
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.
•Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
•Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.

3.Kontrol Legislatif
Kontrol legislatif adalah kebijakan yang dimiliki oleh badan legislatif untuk menstabilkan harga, pengendalian upah, dan kontrol sewa. Kebijakan ini sangat dibutuhkan dalam mengendalikan keadaan pasar agar seimbang. Dan hak yang dimiliki legislatif ini harus digunakan sebaik-baiknya agar tidak terjadi ketimpangan sosial yang diakibatkan oleh keadaan pasar yang tidak sehat.

3 komentar:

uii profile mengatakan...

Terimakasih Infonya
artikel yang bagus,
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii :)

umi hasanah mengatakan...

sama-sama, terima kasih atas komentarnya

uii profile mengatakan...

salam kenal umi, kunjung balik yaa :)

Poskan Komentar